IPDA Budi Hamdani  Terima Penghargaan dari Pemda Sekadau atas Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat

uncategoriez240 Dilihat

SEKADAU, (IE) – Kapolsek Belitang Hulu, IPDA Budi Hamdani, mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sekadau atas peran aktifnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya membantu warga Desa Sungai Tapah, Kecamatan Belitang Hulu, mewujudkan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Penghargaan diserahkan oleh Bupati Sekadau melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP & KB), Nuryanto, pada acara deklarasi ODF Desa Sungai Tapah yang digelar Jumat, 18 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Nuryanto menyampaikan apresiasi atas dukungan IPDA Budi Hamdani yang dinilai sangat membantu dalam proses pencapaian ODF di desa tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian.

“Deklarasi ODF ini adalah hasil dari proses panjang dan kerja sama lintas sektor. Dampaknya sudah mulai terasa, seperti berkurangnya kasus penyakit yang biasanya meningkat di musim kemarau. Kontribusi dari Polri sangat berarti dalam pencapaian desa sehat,” ujar Nuryanto.

IPDA Budi Hamdani menerima penghargaan tersebut atas inisiatif pribadinya menyalurkan 34 unit kloset kepada masyarakat. Bantuan ini menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku dan peningkatan sanitasi lingkungan.

Penyaluran kloset dimulai sejak 29 Oktober 2024 melalui Kepala Desa Sungai Tapah. Sebanyak 7 unit disalurkan langsung ke Desa Sungai Tapah, sementara 27 unit lainnya dikirim ke Dusun Rengat, daerah yang dikenal sulit dijangkau karena kondisi infrastruktur jalan.

“Meski bantuan ini tampak sederhana, dampaknya sangat besar bagi kesehatan keluarga. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terpencil juga mendapatkan akses sanitasi yang layak,” tutur IPDA Budi dalam keterangannya, Senin (21/7).

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit, termasuk stunting, yang masih menjadi tantangan di kawasan pedalaman.

“Sanitasi yang layak adalah fondasi bagi kehidupan sehat. Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya hidup bersih dan sehat, serta semakin dekat dengan institusi Polri,” tambahnya.

IPDA Budi juga mengungkapkan bahwa program ini dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pengusaha lokal dan warga Desa Balai Sepuak yang ikut berpartisipasi menyumbangkan kloset.

“Ini adalah hasil gotong royong. Kami hanya menjadi penghubung agar bantuan bisa sampai ke mereka yang membutuhkan,” tutup IPDA Budi. (hms)