Ketua Komisi II DPRD Sekadau Soroti Ketidakjelasan Kemitraan Plasma Sawit

Parlemen141 Dilihat

Sekadau, Indoekspose — Yodi Setiawan menyoroti persoalan pola kemitraan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sekadau yang dinilai belum memberikan kejelasan bagi para petani plasma.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah perusahaan perkebunan sawit yang menerapkan pola manajemen satu atap maupun pola bagi hasil, termasuk pola bagi fisik, namun proses pembagian hasil kepada petani dinilai belum transparan.

Yodi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat ini mengalami kenaikan dan produksi juga meningkat. Meski demikian, pendapatan yang diterima petani plasma disebut belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan saat harga sawit masih rendah pada tahun 2000-an.

“Sekarang harga TBS naik, produksi meningkat, tetapi pendapatan yang dibagikan kepada petani masih sama seperti saat harga sawit masih rendah dulu,” kata Yodi Setiawan, Selasa (12/5/2026).

Ia juga mengaku menerima laporan dari sejumlah petani terkait belum adanya konversi plasma. Bahkan, ada petani yang tidak mengetahui lokasi kebun plasma mereka, padahal perusahaan perkebunan tersebut telah beroperasi hampir 10 tahun bahkan lebih.

“Masih ada petani yang belum konversi, ada juga yang tidak tahu posisi plasmanya di mana. Sementara perusahaan sudah beroperasi hampir 10 tahun bahkan lebih. Ini adalah bom waktu,” tegasnya.

Karena itu, Yodi meminta perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang masih menghadapi persoalan tersebut segera melakukan pembenahan dan membuka komunikasi secara transparan dengan masyarakat maupun petani yang telah menyerahkan lahannya dalam program kemitraan plasma. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *