Wabup Sintang Ajak PWI Bangun Kemitraan

Konferensi PWI Kabupaten Sintang ke-1 sekaligus Pengukuhan Pengurus PWI Kabupaten Sintang Periode 2026-2029

Pemda7 Dilihat

SINTANG, (IE) – Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengajak wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mendukung pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Florensius Ronny saat menghadiri Konferensi PWI Kabupaten Sintang ke-1 sekaligus Pengukuhan Pengurus PWI Kabupaten Sintang Periode 2026-2029 di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa (22/9/2026) sore.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Kalimantan Barat Kundori beserta jajaran, Ketua PWI Kabupaten Sintang Taufik Hidayat beserta jajaran, serta sejumlah undangan lainnya.

Florensius mengatakan, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus memberikan kritik, saran, dan masukan kepada pemerintah. Menurutnya, kritik dari media dapat menjadi bahan evaluasi dan pembanding bagi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

“Bagi saya, kritik, saran, dan masukan dari para wartawan merupakan informasi. Bisa saja kami mendapatkan laporan yang terbatas sehingga informasi dari wartawan dapat menambah gambaran yang kami terima,” ujar Florensius.

Ia menilai kritik media juga diperlukan untuk memastikan pemerintah tidak hanya menerima laporan mengenai keberhasilan program, tetapi juga mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kalau bisa, kritik, saran, dan masukan itu yang konstruktif,” harapnya.

Florensius juga mengajak PWI dan Pemerintah Kabupaten Sintang membangun komunikasi serta kerja sama yang baik untuk mendukung kemajuan masyarakat.

“Kita bisa bergandengan tangan untuk memajukan masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang,” katanya.

Di sisi lain, Florensius menekankan pentingnya penerapan kode etik jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan. Menurutnya, kebebasan pers dan kebebasan berpendapat harus tetap diiringi dengan tanggung jawab serta etika.

“Saya juga sepakat bahwa setiap produk jurnalistik harus sesuai dengan kode etik jurnalistik. Di negara demokrasi ini, ketika publik bebas berpendapat, tentu harus tetap memperhatikan etika,” jelasnya.

Ia berharap wartawan yang tergabung dalam PWI dapat menjadi contoh dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Saya berharap wartawan yang tergabung dalam PWI bisa menjadi contoh dalam menghasilkan berita atau produk jurnalistik yang sesuai etika dan berkualitas,” pungkasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *