Lomba Permainan Rakyat pada Gawai Dayak, Ajang Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata

Sekadau435 Dilihat

Sekadau, (Indoekspose.id) – Dalam rangka Gawai Dayak ke-XIV  Kabupaten Sekadau tahun 2025, panitia menyelenggarakan beberapa perlombaan diantaranya, Lomba Pangkak Gasing, Lomba Menumbuk Padi dan Menampik, Lomba Nganyam Tikar, Lomba Nganyam Ragak serta Lomba Melukis Perisai.

Hari ini panitia menyelenggarakan beberapa perlombaan permainan rakyat diantaranya, Lomba Menumbuk Padi dan Menampik, Lomba Pangkak Gasing dan Lomba Mengayam Ragak.

Koordinator Lomba Menumbuk Padi dan Menampik, Linus Silvester mengatakan ada 12 peserta dari masing-masing Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan maupun Sanggar yang ada di Kabupaten Sekadau.

“Aturan panitia, durasi dalam lomba menumbuk padi dan menampik masing-masing 8 menit, setelah itu hasilnya akan diserahkan dan ditimbang oleh tim juri,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sekadau, Gunawan mengatakan bahwa lomba-lomba tersebut diatas merupakan ajang pelestarian budaya dan promosi wisata. Semua yang tersebut diatas lanjut dia, sudah diatur dalam Undang-undang kemajuan kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, disitu ada 10 objek kemajuan kebudayaan diantaranya objek teknologi tradisional, olahraga tradisional dan kuliner.

“Berkaitan dengan hal tersebut, Disporapar memang sangat erat kaitannya dengan bidang pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga dan kepemudaan. Semuanya itu juga ada kaitannya dengan apa yang diperlombakan pada event gawai dayak kita ini,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sudah mengadakan rapat bersama para Kepala Bidang di lingkungan Disporapar agar terjun ke lapangan sebagai bentuk keterlibatan Disporapar dalam kegiatan gawai dayak ke-XIV Kabupaten Sekadau tahun ini dengan tujuan apa hubungannya dengan bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf).

“Tahun ini Disporapar ambil andil mengikuti Pawai Budaya dalam rangka gawai Dayak ke-XIV Kabupaten Sekadau tahun 2025 yang di fasilitasi di bidang pariwisata,” katanya.

“Selain itu kita juga meminta agar mendata berapa sih orang-orang di Sekadau ini yang menampilkan atau menonjolkan ekonomi kreatifnya pada stand-stand gawai dayak,” tambahnya.

Kemudian lanjut dia, juga terkait dengan organisasi kepemudaan yang ada keterlibatan dengan pelestarian budaya, olahraga tradisional dan pariwisata.

Pada ajang gawai dayak ini lanjutnya, juga perlu dipantau oleh Disporapar melalui bidang pariwisata sebagai ajang promosi, sejauh mana antusias wisatawan baik lokal, domestik maupun mancanegara yang hadir selama pekan gawai dayak.

“Melalui event gawai dayak ini kita berharap sektor pariwisata kita semakin maju, ada Feedback dan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)  serta ekonomi masyarakat antaranya melalui Hotel-hotel, rumah makan dan kuliner lainnya,” harap Gunawan.

“Untuk pemenang lomba Bujang dan Dara gawai, nanti bisa saja bidang pariwisata akan mempromosikan merdeka sebagai Duta Pariwisata tingkat kabupaten untuk mempromosikan wisata-wisata di daerah kita,” imbuhnya.

Gunawan juga berharap para pemenang pada perlombaan permainan tradisional maupun pemenang Bujang dan Dara pada gawai dayak bisa diperhatikan oleh lembaga terkait, apabila ada event di tingkat Provinsi maupun Nasional supaya bisa dilibatkan. (asm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *