Cuaca Ekstrem Mengguncang Sekadau, Dishub Imbau Pengguna Ojek Perahu Utamakan Keselamatan

Sekadau118 Dilihat

Sekadau, (IE) – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang hampir setiap sore dalam sepekan terakhir terus melanda wilayah Kabupaten Sekadau. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Sekadau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama para pengguna jasa ojek perahu yang beraktivitas menyeberang Sungai Kapuas.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas penyeberangan di sejumlah dermaga masih berlangsung cukup padat hingga pukul 14.00 WIB, waktu yang sering bertepatan dengan puncak cuaca buruk. Arus penumpang yang tinggi dan kebutuhan masyarakat akan transportasi sungai membuat mobilitas tetap berlangsung, meski kondisi alam kurang bersahabat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau, Hermansyah, menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam menggunakan transportasi air, terutama pada saat gelombang tinggi dan arus sungai meningkat akibat hujan lebat.

“Ketika cuaca buruk, gelombang bisa menjadi cukup kuat dan arus cenderung deras. Kondisi seperti ini sangat berisiko jika tetap memaksakan diri untuk menyeberang,” ujar Hermansyah, Selasa (25/11/2025).

Mantan Camat Belitang itu juga menyarankan masyarakat untuk menunda keberangkatan sejenak jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Menurutnya, angin kencang umumnya hanya berlangsung singkat sebelum kembali mereda.

“Biasanya angin hanya beberapa menit. Lebih baik menunggu sebentar sampai kondisi membaik daripada mengambil risiko yang membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, BMKG Provinsi Kalimantan Barat terus memperbarui informasi peringatan dini cuaca. Untuk wilayah Kabupaten Sekadau, BMKG memperkirakan potensi hujan deras disertai angin kencang masih akan terjadi hingga 27 November mendatang. Masyarakat diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca agar dapat mengatur aktivitas dengan lebih aman.

Imbauan pemerintah daerah ini menjadi langkah antisipatif guna mencegah kecelakaan di perairan, mengingat ojek perahu merupakan transportasi vital bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan daerah pedalaman. Pemerintah berharap masyarakat benar-benar menerapkan prinsip “keselamatan yang utama, bukan kecepatan sampai tujuan”, sehingga aktivitas penyeberangan dapat tetap berjalan aman, lancar, dan kondusif meski cuaca ekstrem masih berlangsung. (yt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *