Sekadau, (IE) – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sekadau, Martinus Ridi, menghadiri kegiatan Pelatihan Public Speaking bagi anak dan remaja sebagai upaya meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pemahaman terkait Konvensi Hak Anak (KHA) serta memperkuat keberanian dalam mengekspresikan pendapat.
Pelatihan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta mengasah kemampuan anak dalam menyuarakan hak-haknya dengan cara yang efektif, komunikatif, dan tetap menghormati norma sosial. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai hak perlindungan anak, tetapi juga mampu menjadi agen penyampai informasi di tengah lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Kepada media, Martinus Ridi menjelaskan bahwa penguatan kapasitas berbicara pada anak merupakan langkah strategis agar mereka dapat memahami sekaligus menyampaikan isu-isu perlindungan anak dengan sudut pandang mereka sendiri. Menurutnya, anak-anak harus diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu tentang Konvensi Hak Anak, tetapi juga mampu menjelaskan, menyampaikan, dan mengingatkan lingkungan sekitar bahwa hak-hak mereka harus dihargai dan dilindungi,” tegas Martinus Ridi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 23 November 2025.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dinsos PPPA Sekadau terus berkomitmen mendorong terselenggaranya program-program yang melibatkan partisipasi aktif anak, baik melalui pelatihan komunikasi, diskusi tematik, kegiatan literasi, hingga penyediaan ruang ekspresi yang aman dan ramah anak.
Martinus Ridi menambahkan, kemampuan public speaking bukan hanya berguna untuk memahami isu perlindungan anak, tetapi juga menjadi bekal penting di masa depan. Keterampilan berbicara di depan umum akan membantu mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan, dunia kerja, hingga dalam kehidupan sosial yang semakin kompetitif.
“Ketika anak-anak terbiasa berbicara dengan baik, mereka menjadi lebih percaya diri. Itu modal penting dalam tumbuh kembang mereka, karena rasa percaya diri akan membuka lebih banyak peluang di masa depan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Martinus berharap agar pelatihan seperti ini dapat terus diperluas dan melibatkan semakin banyak anak di Kabupaten Sekadau. Ia menilai bahwa kemampuan komunikasi yang baik akan membantu menciptakan generasi muda yang aktif, kritis, dan memahami hak-haknya secara utuh.
“Tentu saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diperluas agar semakin banyak anak di Sekadau yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta memahami hak-haknya,” pungkasnya. (yt)






