Bupati Aron Tutup Gawai Dayak XV Sekadau 2026, Semangat Pelestarian Budaya Terus Digelorakan

Sekadau191 Dilihat

SEKADAU, (indoekspose.id) – Bupati Sekadau, Aron, secara resmi menghadiri sekaligus menutup rangkaian Pekan Gawai Dayak (PGD) XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Betang Youth Center Sekadau, Sabtu (25/7/2026).

Penutupan berlangsung meriah dan menjadi puncak dari perhelatan budaya tahunan masyarakat Dayak yang digelar selama lima hari. Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, malam penutupan juga diisi dengan penobatan Bujang dan Dara Gawai Kabupaten Sekadau XV Tahun 2026 sebagai duta pelestarian adat dan budaya Dayak.

Ketua Panitia PGD XV Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar, menyampaikan apresiasi kepada Sub Suku Dayak Benawas yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Gawai Dayak XV tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari semangat kebersamaan, gotong royong, serta komitmen masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai budaya Dayak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau atas dukungan, arahan, kebijakan serta alokasi anggaran sehingga Gawai Dayak XV dapat terselenggara dengan baik. Terima kasih juga kepada seluruh panitia, sponsor, donatur, dan masyarakat yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta waktu demi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Bernadus.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jefray Raja Tugam, turut mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan dukungan para sponsor yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pesta adat terbesar masyarakat Dayak di Kabupaten Sekadau tersebut.

Ia juga mengumumkan bahwa penyelenggaraan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau XVI Tahun 2027 akan dipercayakan kepada Sub Suku Dayak Sekujam sebagai tuan rumah.

Dalam sambutannya, Bupati Sekadau Aron menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Gawai Dayak XV dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

“Keberhasilan Gawai Dayak ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Tanpa dukungan masyarakat, panitia, sponsor, dan semua elemen, kegiatan sebesar ini tentu tidak dapat terlaksana dengan baik,” kata Aron.

Ia berharap Gawai Dayak terus menjadi agenda budaya yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan kekayaan adat istiadat Dayak kepada generasi muda.

“Melestarikan budaya dan adat istiadat merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga Gawai Dayak terus menjadi wadah memperkuat persatuan, menjaga identitas budaya, dan membangun Kabupaten Sekadau yang semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” pungkasnya.

Pada malam penutupan tersebut juga diumumkan para pemenang Pemilihan Bujang dan Dara Gawai Kabupaten Sekadau XV Tahun 2026. Gelar Bujang Gawai berhasil diraih Benediktus Sando, sedangkan Dara Gawai diraih Alsyerin Debyriani, yang keduanya merupakan perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Belitang Hulu. Prestasi tersebut disambut meriah oleh para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Selamat dan sukses kepada Bujang Gawai Benediktus Sando dan Dara Gawai Alsyerin Debyriani. Diharapkan keduanya mampu menjadi duta budaya Dayak yang terus berperan aktif dalam melestarikan adat, seni, dan tradisi serta memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Sekadau kepada masyarakat luas. (w/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *