Pemkab Sekadau Gelar Dialog Kebangsaan Lintas Agama untuk Perkuat Kerukunan dan Persatuan

Sekadau126 Dilihat

Sekadau, (IE) — Bupati Kabupaten Sekadau, Aron, menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan Lintas Agama dan Organisasi Kemasyarakatan yang berlangsung di Aula Gedung PKK Kabupaten Sekadau pada Selasa, 25 November 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi berbagai unsur masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan di Kabupaten Sekadau.

Dalam laporan pembuka, Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Sekadau, Hermanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 serta Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 907/117/SJ Tahun 2016. Kedua regulasi tersebut menjadi dasar dalam pendataan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah terkait program pembinaan kerukunan.

Hermanto menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, mempererat persepsi lintas agama dan organisasi kemasyarakatan, serta mencegah potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Selain itu, dialog ini diharapkan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dan stakeholder dalam memastikan keharmonisan sosial tetap terjaga. Ia juga berharap dialog seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Bupati Sekadau, Aron, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai panutan dalam memberikan informasi yang positif, menyejukkan, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Aron menambahkan bahwa toleransi merupakan fondasi penting yang harus dirawat secara bersama-sama. Dengan menjaga kerukunan antarumat beragama dan antar kelompok masyarakat, ia meyakini Kabupaten Sekadau dapat terus berkembang menjadi daerah yang unggul, sejahtera, dan bermartabat. Dialog kebangsaan ini, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam memperkuat persatuan serta menumbuhkan rasa saling menghargai di antara seluruh elemen masyarakat. (wn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *