Pontianak, (Indoekspose) – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., menghadiri acara Diseminasi Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) di lingkungan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang berlangsung di Ballroom Hotel Golden Tulip Pontianak pada Kamis (31/10/2024). Dalam acara ini, Bari membagikan pengalamannya hampir satu dekade mengurus aset pemerintah, serta menyoroti tantangan dan peluang dalam optimalisasi BMD.
Bari mengungkapkan pentingnya memberikan penghargaan kepada para pengurus aset, mengingat seringkali mereka terabaikan. “Saya meminta agar para pengurus aset dihargai, tidak seperti dulu ketika mereka sedikit terabaikan dan berkinerja rendah,” tegas Bari.
Ia juga menyinggung tantangan dalam pengelolaan aset, termasuk risiko misinformasi. Menurutnya, data keuangan yang membengkak sering kali disebabkan oleh proses pengadaan, pencatatan, dan pelaporan yang dilakukan oleh pihak berbeda, sehingga meningkatkan risiko kesalahan.
“Ketika berbicara tentang optimalisasi aset, harus ada identifikasi yang matang terlebih dahulu, baru kemudian penilaian terhadap aset BMD dilakukan,” kata Bari. Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah diberi wewenang lebih besar dalam melakukan penilaian aset secara mandiri, dan berharap acara diseminasi ini dapat membuka diskusi yang produktif antara peserta dan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
Selain itu, Bari berpesan agar pengurus barang lebih teliti saat menerima barang, memastikan spesifikasi barang sesuai dengan yang tertera sebelum menandatangani dokumen penerimaan. Ia juga mendorong para pengurus untuk terus meningkatkan kompetensi guna mengurangi kesalahan dalam pengelolaan BMD.
Dalam acara yang sama, Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat, Tetik Fajar Ruwandari, menyampaikan pentingnya pengelolaan aset yang baik untuk mendukung kemandirian daerah. Menurut Tetik, salah satu prioritas pemerintah pusat adalah mengucurkan dana untuk daerah yang mampu mengoptimalkan aset mereka, termasuk infrastruktur dan sumber daya alam yang ada di Kalimantan Barat.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat, Sekretaris BKAD Provinsi Kalimantan Barat, pejabat bidang aset dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, serta para pengurus barang dan pengurus barang pembantu pemerintah provinsi. (adpim)






