JAKARTA, (Indoekspose) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus melakukan pengintegrasian inovasi pelayanan publik pada platform Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Nasional (JIPPNas). Saat ini, fokus utama adalah pada pemutakhiran data inovasi pelayanan publik.
Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Ajib Rakhmawanto, menyampaikan bahwa terdapat 2.928 inovasi pelayanan publik yang terdata di JIPPNas. Data ini berasal dari tiga sumber: Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) oleh Kementerian PANRB, Innovation Government Award (IGA) dari Kemendagri, serta Laboratorium Inovasi (LABINOV) oleh LAN, selama periode 2014-2023.
“Saat ini, pemutakhiran data telah mencakup 2.355 inovasi, atau sekitar 80 persen dari total yang terdata. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.916 inovasi berlanjut atau berkembang, sedangkan 429 inovasi terhenti atau vakum,” ujar Ajib dalam Forum Group Discussion (FGD) Pelaksanaan JIPPNas yang digelar di Jakarta, Jumat (18/10).
Ajib juga menjelaskan bahwa Kementerian PANRB, Kemendagri, dan LAN telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai pengelolaan JIPPNas. Kerja sama ini bertujuan mendokumentasikan inovasi-inovasi terbaik dari ketiga instansi tersebut.
JIPPNas berfungsi sebagai repositori terpusat yang mendokumentasikan praktik-praktik terbaik inovasi pelayanan publik, serta memungkinkan kolaborasi dan replikasi inovasi di seluruh Indonesia. Platform ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara daerah maju dan tertinggal dalam pelayanan publik, sehingga inovasi unggulan dari satu daerah bisa diakses dan diterapkan oleh daerah lain.
“Insyaallah, pemutakhiran data akan selesai pada akhir tahun ini, sehingga JIPPNas bisa segera diakses oleh publik dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran inovasi,” kata Ajib.
Ia berharap JIPPNas akan menjadi pusat unggulan inovasi pelayanan publik yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga internasional. “Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi antar-lembaga, kami optimis JIPPNas akan menjadi akselerator dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih inovatif dan inklusif untuk Indonesia yang lebih maju,” tambahnya. (humas PANRB)






